MENGADU
Di tumpuk-tumpukan meja kantor, restoran, dan kamar-kamar gelap
kau adu segala kelu
apa kau ingat itu?
Kau mengadu padaku
ketika hatimu dipukul gelap
aku siaga, siap sedia mengantarmu
menemui terang__ jiwa dan pikiranmu
Setiap hari kusajikan telinga, waktu, juga bahuku untukmu
Kerabatku, kini aku hendak mengadu:
aku telah dipukul sepi olehnya, oleh bayangnya, juga kegelapan hatinya;
bahwa ia telah menanggalkan luka dan bekas air mata di bahuku
Kini, barangkali ia sudah sanggup
menemui terang dalam jiwa dan pikiranya sendiri
dan entah aku bukan lagi sesiapanya
lantaran sudah ada yang baru__ tempat pembuangan sampah, ceritanya itu
Husaini Bayusegara
Juni, 2018
kau adu segala kelu
apa kau ingat itu?
Kau mengadu padaku
ketika hatimu dipukul gelap
aku siaga, siap sedia mengantarmu
menemui terang__ jiwa dan pikiranmu
Setiap hari kusajikan telinga, waktu, juga bahuku untukmu
Kerabatku, kini aku hendak mengadu:
aku telah dipukul sepi olehnya, oleh bayangnya, juga kegelapan hatinya;
bahwa ia telah menanggalkan luka dan bekas air mata di bahuku
Kini, barangkali ia sudah sanggup
menemui terang dalam jiwa dan pikiranya sendiri
dan entah aku bukan lagi sesiapanya
lantaran sudah ada yang baru__ tempat pembuangan sampah, ceritanya itu
Husaini Bayusegara
Juni, 2018
Komentar
Posting Komentar