Berbuka & Sahur Puasa di Puncak Prau
Berawal dari segelas kopi, kemudian kepikiran janji di tahun lalu hendak kembali untuk mendaki lagi ke Gunung Prau, Jawa Tengah. Bermodal sedikit nekat karena dadakan, akhirnya aku tetap memutuskan untuk berangkat Medaki Gunung Prau. Sendiri, ya sendiri banget. Haha
Motivasi dan tekad saat itu adalah hanya ingin merasakan berbuka puasa di ujung matahari terbenam hingga menyantap Sahur di Camp Bukit Teletabis-nya Prau. Kemudian setalahnya berburu matahari terbit. Kebayang-kan betapa indahnya matahari terbit yang kita lihat dari ketinggian 2565 Meter di Atas Permukaan Laut, di bulan Ramadhan pula. Hmmm... Bukan cuma mata yang gak bisa ngedip, kepala jg ikut geleng-geleng saking kagumnya.
Alhasil sebuah usaha yang dilakukan berhasil! Puasa tuntas di hari itu, matahari pun terbit dengan sempurnaaaaaaa... menyambutku selepas sahur dan solat subuh.
Belum sampai situ ada kebahagiaan yang terlewat nih, ingin kubagikan ceritanya, hehe...
Jadi selepas magrib di tempat Camp, aku dikejutkan dengan beberapa teman baru yang maha asik. Konon mereka dari Surabaya, Salatiga, Karawang, dan Depok. Aku sendiri dari Banten, gak nyangka sema sekali akan ada pendaki lainnya selain aku di sini. Sebab siapa yang mau mendaki di Bulan Puasa, selain orang "gila" pikirku. Eh tunggu dulu ternyata mereka lebih gila dariku, meraka ada yg udah camp lebih dr 3 hari. Haha
Oya sudah tahu dong apa aja yang kita lakukan di Camp, pastinya selain ngopi sambil cerita-cerita asik tentang pengalaman kita mendaki, ada kehangatan di dalam hati meski cuaca dingin sekali. Gila ya hehe
Sampai ending dari cerita pengalaman masing-masing itu, memutuskan untuk memasak santapan Sahur bersama hingga mengeluarkan semua logistik yang kita punya, untuk kita masak bersama-sama...
HAHA Udah ah ceritanya, cape! Nanti di lanjut lagi yah. 😉
-H.B.
Prau, 2018

Komentar
Posting Komentar