Segara yang Dilahirkan



Untuk: Pulau Tunda

Laut adalah bekal hidup para nelayan
dan aku adalah anak segara yang dilahirkan
dari lantangnya arus kehidupan.

Ketenanganku adalah ketika bermain, menyelam
bersama induk ikan serta anak-anaknya
yang tak punya beban pikiran

Ayahku, sejak aku dilahirkan tak pernah mengajariku
caranya berenang atau menyelam, sebab ia takut maut menenggalamkan
lebih dalam
Namun, aku lebih takut ditanggalkan sampan dan lautan dari kehidupan para nelayan
sebab sebagai anak nelayan, malu jika tak berkawan dengan ikan-ikan

Sekarang, aku ingin ikut mengembara bersama ikan-ikan
bukan untuk menenggelamkan beban pikiran
namun untuk  pulang,  mengabarkan di mana banyak ikan berkeliaran
Sebab jika musim barat tiba, ombak akan gaduh
Lalu kelaparan mencekik dapur kita

Semasih belum: mataku lelah, telingaku tuli, rambutku pucat pasi,
dan renta menggerogoti
dan sebelum tubuhku dikubur maut!
Maka, izinkanlah aku menyelami segara! mengembara
di keluasan samudra

Pulau Tunda, Mei 2016

*Puisi Husaini Bayusegara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DITELANJANGI OLEH WAKTU

Biodata Singkat

PEREMPUAN DAN HUJAN