Merobek Tiga Puluh Tiga Matahari
Mencintaimu adalah merobek tiga puluh tiga matahari
dari fajar, terik, petang, gelap, berkilat-berpetir!
hingga dadaku membeku, tersengkut di udara
Lalu turun menyusuri gurun dan lembah yang licin
dan merobek ceceran batu-batu di sungai kedalaman hatimu
Haruskah aku mengemis padaNya,
atau mengeluh menggerutu pada Tuhan,
meminta membelas kasihan?
“Oooh! Tuhan, apakah Kau sudah tuli,
tak mendengar jerit hambamu
yang sakaratul maut ini? Ke mana malaikatmu?!”
Adakah yang lebih sekarat dari pecakapan malam ini?
ketidakpastian berserakan di dadaku
Atau masih adakah ombak memesrai daratan?
seperti yang purba pernah kau ucapkan!
Apakah kau tahu? napasku selalu lantang menyematkan namamu
Lalu disetiap doa tak henti-hentinya aku merapal namamu
33 hari mengenalnya, Mei 2016
*Oleh Husaini Bayusegara
Komentar
Posting Komentar