Kelak Di Museumkan
untuk: I.H.K
Sayang, mari kita mulai pecakapan dengan sehelai kanvas
dan kita warnai dengan tinta keabadian
Biarkan sepasang camar pagi ini mengepakkan sayapnya
di tengah terik matahari yang akan kita lukiskan di kanvas
yang tak akan bubar
dan menari di ujungnya hingga senja memudar
Sayang, sepagi inikah aku meletakkan rindu padamu
hingga aku enggan menaggalkan tawamu yang bengis.
Bahkan meringis ketika mendengar suaramu
yang tak bosan kuabadikan
Barangkali aku lelaki pesakitan dan tidak lagi pembosan
sejak kau tangggalkan di halte jalanan
Bisa jadi lukisan yang kuabadikan
kelak di museumkan
Serang, Februari 2015
*Puisi Husaini Bayusegara
Sayang, mari kita mulai pecakapan dengan sehelai kanvas
dan kita warnai dengan tinta keabadian
Biarkan sepasang camar pagi ini mengepakkan sayapnya
di tengah terik matahari yang akan kita lukiskan di kanvas
yang tak akan bubar
dan menari di ujungnya hingga senja memudar
Sayang, sepagi inikah aku meletakkan rindu padamu
hingga aku enggan menaggalkan tawamu yang bengis.
Bahkan meringis ketika mendengar suaramu
yang tak bosan kuabadikan
Barangkali aku lelaki pesakitan dan tidak lagi pembosan
sejak kau tangggalkan di halte jalanan
Bisa jadi lukisan yang kuabadikan
kelak di museumkan
Serang, Februari 2015
*Puisi Husaini Bayusegara

Komentar
Posting Komentar