Jika Maut Menjemput

: -

Tuhan,
Jikalau maut hendak menjemputku lebih dulu
jemputlah, namun tidak dengan mengingatnya lagi
atau kematianku tidak dalam mengenangnya kembali

Rindu yang sudah basi sia-sia berdiam diri
di atas meja__ dalam lipatan buku
juga tumpukan baju yang masih sisa bau parfumu

Di muka dinding kamar tidurku juga terlentang
seberkas catatan silam
Ingin kulempar semuanya itu ke dalam api
namun tidak dibawa mati atau dikenang kembali
ke dalam bayang-bayang atau sepi seperti ini.

Tentang cinta yang punya rahasia
atau seperti aku yang terlampau tolol
berhadapan dengan cinta yang dangkal kedua kali

Pulau Tunda, Juni-Agustus 2016 

*Puisi Husaini Bayusegara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DITELANJANGI OLEH WAKTU

Biodata Singkat

PEREMPUAN DAN HUJAN