Pulau Tunda || Puluhan Kubik Terumbu Karang, Jadikan Bahan Bangunan

Gambar: Karang dari laut, siap jadi bahan bangunan (pondasi) Pengedokan Kapal (1)

Gambar: Karang dari laut, siap jadi bahan bangunan (pondasi) Pengedokan Kapal (2)


Oleh: Husaini Bayugara

Sebagai pemuda sekaligus masyarakat Pulau Tunda yang sejak kecil tahu persis bagaimana keadaan sosial dan kebiasaannya. Seiring perkembangan zaman kebutuhan masyarakat di Pulau Tunda pun terus ditingkatkan. Demikian saat ini, sedang berlangsung pembangunan disektor infrastruktur demi menunjang kebutuhan masyarakatnya juga fasilitas pendukung wisata yang sedang berkembang. Mayoritas masyarakat di Pulau Tunda pekerjaannya adalah nelayan. Diperkirakan masyarakat yang memiliki kapal, lebih dari 80 orang. Itu artinya dirasa perlu Pulau Tunda memiliki tempat Pengedokan Kapal (tempat renopasi atau pembuatan kapal) dan Sarana Penunjang Wisata (Home Stay), sebagai sarana pendukung wisata.

Pengedokan Kapal dan Home Stay adalah salah satu dari alokasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Masyarakat Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Serang - Banten yang di anggarkan sebesar Rp. 1. 182. 171. 380; dari Anggaran Dana Desa Rp. 3. 275. 286 000; untuk anggaran 2017. Namun kegiatan Pengedokan Kapal dan Home Stay yang sedang berlangsung sangat disayangkan, sebab salah satu bahan proyek tersebut dari terumbu karang yang di ambil dari sekiar Pulau Tunda, untuk pondasi bangunannya. Sudah ada tumpukan karang atau puluhan kubik karang yang diambil dari laut, siap untuk dijadikan bahan bangunan Pengedokan Kapal dan Home Stay. Pembangunan yang anggaranya miliaran rupiah itu masih mengambil/menggunakan karang dari laut yang jelas-jelas sudah ada bahan yang memang lebih layak dan pantas untuk dijadikan bahan bangunan, bukan terumbu karang. 


Gambar: Pondasi Bangunan Home Stay (1)

Ini benar-benar terbalik dan paling tidak logis yang pernah kami temui sebelumya. Home Stay yang tujuannya dibangun untuk fasilitas pendukung wisata, malah mencederai wisata itu sendiri. Sedangkan Home Stay itu dibuat untuk sarana pendukung wisata, bukan perusak wisata. Padahal kita sama-sama tahu wisatawan atau pengunjung, datang ke Pulau Tunda untuk melihat terumbu karang-nya, bukan melihat Home Stay-nya. Mestinya karang itu dijaga atau dirawat kelestariannya supaya tetap baik sumber daya alamnya. Dan pengunjung tetap mau berkunjung kembali, karena baik keadaan alamnya. Kalau karang-karang-nya diambil kan rusak. Kalau karang-nya rusak, siapa yang mau berkunjung. "Coba pikir, jelas bukan?".

Bukan tidak terketuk hati serta protes pemuda dan masyarakat Pulau Tunda melihat  kejadian ini, terumbu karang yang hidup-hidup di 'rusak'. Sebab kami paham dan sadar betul bahwa ikan-ikan yang kami pancingi selama ini sangat bergantung pada terumbu karang. Jika terumbu karang hancur atau dirusak akan kemana kami mencari ikan untuk menghidupi keluarga. Kami bukan tidak setuju dengan pembangunan Pengedokan Kapal dan Home Stay yang sedang buat oleh Pemerintah Desa. Bahkan sangat setuju dengan pembangunan tersebut. Sebab yang dibangun adalah kebutuhan masyarakat itu sendiri. Yang  sangat tidak setuju adalah bahan bangunannya mengapa harus menggunakan karang dari laut. Jelas ini tidak seimbang jika bangunan yang dibuat salah satu bahan bakunya dari terumbu karang. Tidak logis, sebab itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersifat sekunder. Kebutuhan Primernya adalah tempat ikan berkumpul. Tempat berkumpulnya ikan itu di Karang. Kami percaya di mana ada karang di situ ada ikan. 


Gambar: Pondasi Bangunan Home Stay (2)


Gambar: Pondasi Bangunan Home Stay (3)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DITELANJANGI OLEH WAKTU

Biodata Singkat

PEREMPUAN DAN HUJAN